Subscribe:

Senin, 30 Januari 2012

OJEG PAYUNG

Saat melihat jam di layar HP, Saya sedikit resah. Pasalnya sudah hampir satu jam saya menunggu busway di halte PGC (Pusat Grosir Cililitan)- Jakarta timur.
"Jam 2, sampai kampus jam berapa nih...?" tanya saya dalam hati. Tapi sekitar jam 2 lewat akhirnya busway yg di tunggu datang. alhamdulillah saya dapat duduk.Saat Bus keluar dari halte, saya baru tau ternyata sedang hujan deras. tetesan air dari langit dengan derasnya mengguyur jakarta. air terlihat sudah menggenang di pinggir jalan dan trotoar.

Saya kelelahan sepulang praktek di Rumah Sakit Polri Pusat, akhirnya tanpa terasa mata saya mulai terpejam dan saya tertidur cukup pulas. di daerah semanggi baru saya bangun dan memandangi langit yang masih menyemburkan airnya ke bumi.

"Waduh.. masih hujan, gimana dong? Masa ke kampus basah-basahan. kan gak lucu!" gerutu saya dalam hati. Setelah menempuh perjalanan satu jam, Saya turun di halte grogol. Hujan masih deras banget. Saya nekat menerobos hujan, namun saya teringat laptop saya di dalam tas, akhirnya saya putukan untuk berhenti di dean mall ciputra dan saya putuskan untuk memakai jasa ojeg payung.
"De,Ojegnya.." teriak saya pada perempuan kecil di depan Mall. seketika dia menyerahkan payungnya ke tangan saya. "Sini..." panggil saya agar dia mendekat ke saya dan tidak kehujanan.

"Sudah pulang sekolah?" tanya saya
"Sudah..." jawabnya sambil menggigil
"Kelas berapa?"
"4 SD..."
"Owh.. sudah pintar ya..."
beberapa detik saya terdiam sambil mencari jalan yang tidak tergenang air.
"Di suru siapa kerja begini?" tanya saya pada perempuan kecil dan polos itu.
"Suru Ibu"
"Ibumu kerja apa?"
"Tukang cuci?"
"Bapak?"
"Mabok..."
"Hah?"
"Mabok.. bapak kerjanya mabok. nanti abis mabok bapak mati"
-hening-

"Ya sudah.. sampai sini aja. bilang sama bapakmu, Malu sama anak kecil! masa kamu kerja bapak tidak? gitu yah.."
Saya langsung merogoh uang dari kantong baju praktek saya dan langsung menyerahkannya pada perempuan kecil dan polos itu.

Jujur, saya sangat sedih! orang tua macam ini yang menghancurkan generasi muda khususnya anak-anak. ah, menyedihkan!

Dalam hati saya berdo'a, semoga perempuan kecil itu menjadi lebih baik dari kedua orang tuanya.

Jumat, 27 Januari 2012

Kita Kembali...


Lelah! Cape! tiap dua minggu sekali dan satu bulan sekali harus pindah lahan praktek. Dari satu lahan praktek ke lahan praktek lainnya.
Tapi semua harus di lakukan demi terpenuhinya tuntutan untuk menjadi seorang Fisioterapi.:D
Dan kali ini Saya harus pindah lahan praktek lagi, di Rumah sakit Polri Pusat Sukanto di daerah Kramat jati - jakarta timur. Harus beradaptasi lagi. ketemu orang baru lagi. Huuh! menyenangkan memang bertemu banyak orang. tapi terasa sangat lelah kalau cuma sebentar.

Nah.. Malam harinya, sebelum praktek. iseng-iseng saya sms teman saya yang sempat satu lahan praktek waktu di solo, "Masih praktek di Rs Polri kah?" tanya saya, karena saya sempat baca status facebook nya kalau dia sedang praktek di sana. "Iya..." balas teman saya dengan singkat waktu itu.

Yeah! saya senang sekali. akhirnya kami bisa berkumpul lagi. mengenang masa-masa praktek di solo beberapa bulan lalu. Karena buat saya lahan praktek yang satu itu (RSO) memang sangat menyenangkan, mengasyikan, sekaligus mengharukan pada saat kami semua (mahasiswa fisioterapi dari berbagai daerah) berpisah. ah!
dan, di lahan praktek yang sekarang, saya sangat senang ketemu temen-teman saya itu (mahasiswa fisioterapi UPN). walau cuma seminggu. yang penting mah rame kaya di solo. hebring euy..

eh, Benar saja, selasa pagi (24 januari) Saat bertemu di RS Polri kami semua heboh! saat jam praktek pun kami tetap heboh! malah sempat foto-foto segala. menggila!



tuh kan tuh kan tuh kan... heboh kan? hhhiii...
Sampai ketemu lagi Yohana, Vani, Yupi, Nur dan Dani...

Sabtu, 21 Januari 2012

Aku Ingin jadi perantau, Amak!

Amak, izinkan aku jadi perantau
Walaupun lika likunya memang berliku
Tak ada ujung sepanjang tatapan
Pilu menghantam hati tak berhulu

Amak, aku ingin jadi perantau
Sebelum bilal mengumandangkan adzan subuh
Sebelum engkau melihatku mati menjijikan
Sebelum mulut-mulut itu menertawakan

Amak, do’akan nanda menjadi perantau ulung
Di cubit, di cabik, di banting terpelanting
Tak akan aku hentikan hentakan kaki ini

Amak, kau tetaplah lembut seperti dulu
Tidrulah yang nyenyak, Mak!
Nanti kubangunkan kau
Setelah aku pulang merantau.

Karawang, 20 januari 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Tak bisa di hindari!

Sore ini, sepulang praktek yang melelahkan di Klinik Keanna Center - Cilandak. Saya Nekat pulang ke karawang walaupun dengan uang pas-pasan. ada sedikit rasa takut, takut kalau uang yang ada di kantong gak pas alias kurang. alamaaak.. gawat! tapi setelah di hitung-hitung, uang yang ada di kantong cukup untuk ongkos pulang, dan Alhamdulillah masih ada sisa 500 perak.

Sedikit malas ketika melangkahkan kaki keluar dari klinik, pasalnya, sudah bisa di tebak kalau jakarta bakalan macet. apalagi ini jam pulang kerja, hhheemm... di jamin 100% macet total. benar!

Saya naik angkot, setelah itu naik koantas bima 509 yang hampir setengah jam nge-tem dan membuat saya harus berdiri dengan keringat yang membanjir, setelah sampai di pasar rebo, saya naik Bus jurusan Karawang, Bus yang saya naiki penuh dan membuat saya harus berdiri lagi. dan hari ini, jakarta memaksa saya untuk menikmati kemacetan sore ini.


Ondeh Mandeh... kapan sampai karawangnya kalau kaya gini?
ah, semoga ada hikmah.
Hikz Hikz..

Sudah hampir dua jam berdiri di dalam bis tapi belum sampe juga. terjebak macet di bekasi. udah gitu, tiba-tiba ada laki-laki berbadan tinggi besar dan bertato di kedua lengan nya yang marah-marah gak jelas sama saya. saya lawan! tapi baru edikit saya bicara dia langsung mendekatkan wajahnya ke wajah saya sambil melotot. hheemm.. kagak tau apa ya kalau saya jago silat cimahi, citereup,cibereum,cipete, dan ci ci yang lain.. :D

Menyebalkan!
Memang!

sudahlah!
Lupakan!

Rabu, 18 Januari 2012

Kata Ayah...

Seperti sampan yang mendayung lembut
Kecil, tetapi berani melawan arus
Seperti putih yang suci
Namun tidak pernah takut dengan hitam.

Jarum jam berputar tak pernah berhenti
Karena ia tahu, hanya masa depan yang di tuju
Sebuah patung dewa bertengger di kamarku
Tak hidup, tapi selalu nyata.

Pas foto biru membucah lamunanku
Di sana ada gambar ayah yang telah tiada
Pria itu selalu mengajarkan aku tentang perjuangan
Tentang hidup dalam sebuah angan yang harus di tuju
Itulah ayahku.

Kata ayah
Jadilah Air yang menang dengan mengalah
dia tak pernah menyerang
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

Tidak seperti buaya
Ia selalu menunggu mangsa tanpa bergerak
Atau seperti harimau
Yang berlari sekuat tenaga tanpa berpikir.

Selasa, 17 Januari 2012

Quotte Soe Hoek Gie

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur. "

"Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…"

Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya,

“Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

* Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

* Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

* Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.

* Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

* Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

* Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

* Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.

* Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

* Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

* Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…

* Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

* Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

* Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

* To be a human is to be destroyed.

* Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.

* Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

* I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

* Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.

* Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

* Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

* Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Selasa, 10 Januari 2012

SOLO POS "edisi LALU AKU"

EDISI TERAKHIR

Sangat sedih ketika menulis SOLO POS edisi terakhir ini. Tapi, ah, sudahlah.. selamat menikmati!

Di sinilah, di Surakarta ini, Telah terlahir sejuta kenangan..

Aku adalah kata-kata yang takkan selesai
Aku adalah deretan kalimat, yang bertaburan laksana debu
Aku adalah sebuah cerita, dimana kau bersembunyi di sana,
di sudut-sudut yang mengantar mimpimu.

Kawan, sadarkah hari ini kita sudah benar-benar berada pada ranah yang berbeda. Kita sudah berdiri pada titik yang berbeda. Tapi satu yang pasti, kita masih mendapatkan sinar dari matahari yang sama.

Rasanya bukan saatnya lagi kita bersedih pada perpisahan ini => Esa Unggul, Fort de kock, UPN, Cirebon, UMS dan Poltekes Surakarta.

Dalam semua hubungan, entah itu pertemanan atau percintaan, kita bisa saja menemukan 1001 alasan yang kita anggap sebab sebuah perpisahan. Namun aku percaya, penyebab yang paling mendasar selalu sederhana dan alami: memang sudah waktunya! Itu dia! Memang sudah waktunya!

Jika memang sudah waktunya, perpisahan akan menjemput secara alamiah bagaikan ajal. Bungkus dan caranya bermacam-macam, tapi kekuatan yang menggerakkannya satu dan serupa. Tentu dalam prosesnya kita berontak, protes, menyalahkan ini-itu, dan seterusnya. Namun hanya dengan terus berproses dalam aliran kehidupan, kita baru menyadari hikmah di baliknya.

Jadi, semua faktor yang selama ini kita absahkan sebagai penyebab perpisahan, sudah kita sepakati, yaitu SUDAH WAKTUNYA.

Ada yang bicara pada ku “Tidak ada Tuhan yang menyukai perpisahan”. Hah, Bagi ku, Tuhan berada di luar ranah suka dan tak suka. Jika dunia ini berjalan hanya berdasarkan kesukaan Tuhan, dan Tuhan hanya suka yang baik-baik saja, mengapa kita dibiarkan hidup dengan peperangan, dengan air mata, dengan patah hati, dengan ketidakadilan, dengan kejahatan? Mengapa harus ada hitam bersanding dengan putih? Lantas, kalau ada orang yang kemudian berargumen bahwa bagian hitam bukan jatahnya Tuhan tapi Setan, maka jelas Tuhan yang demikian bukan Yang Maha Kuasa. Ia menjadi terbatas, kerdil, dan sempit. Bagi ku, Tuhan ada di atas hitam dan putih, sekaligus terjalin di dalam keduanya. Dan harus kita yakini bahwa Perpisahan ini adalah kehendak Tuhan. Allah Subhanahu wata’ala... kita hanya perlu ikhlas dan sabar dalam menghadapi perpisahan ini.

26 Novemver 2011 adalah momen penyadaran ku. Ku harap kalian demikian. Bahwasannya kita harus Menerima bahwa inilah adanya. Perkembangan yang akhirnya membawa kita ke titik perpisahan. Dan, untuk sampai pada penerimaan itu, kita HARUS bisa saling melepaskan dengan lapang dada, dengan baik-baik, dengan pengertian, dengan kesadaran, dan dengan keikhlasan.

Meski sepertinya keputusan berpisah bukan berada “di tangan kita”, tapi ada sesuatu kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan.

Lalu, hendak ke mana setelah ini? kita tidak tahu. Apa pun yang menanti kita sesudah ini, itulah tanggung jawab kita. Pahit atau manis. Tak seorang pun yang tahu. Namun inilah pelajaran hidup yang menjadi jatah kita bersama, dan kita harus menerimanya dengan senang hati.

Aku tidak berdagang dengan Tuhan. Setiap detik dalam hidup adalah hadiah. Setiap momen adalah perkembangan baru. Bagi ku, itu sudah cukup. Bagi ku, itulah bentuk kesadaran. dan kita memiliki hidup yang harus kita hidupkan. Kau mengerti, kawan?

Abstrak? Filosofis? Teoritis? Utopis? Aku sangat mengerti mengapa label-label itu muncul. Perpisahan kadang memang sukar dipahami. Hanya bisa dirasakan. Sama gagapnya kita berusaha mendefinisikan Cinta. Pada akhirnya, kita cuma bisa merasakan akibatnya.

Aku kehilanganmu
Atau kau kehilanganku
Entahlah...
Akuhanya ingin mengakhiri apa saja
Juga kata-kata yang tak kunjung reda
Hanya dalam malam ini
Sebelum rembulan membawa kabar dari sunyi...


Syaf Roni

Jakarta, 03 januari 2012.

SOLO POS 'edisi Rindu Biru'

Salam…

Pie Kabare?

Kemarin, Ada seorang sahabat yang bilang “Kapan Nulis SOLO POS lagi?”
Oooopss.. dalam hati ku berbisik “Kapan ya?”
Hheemm.. terlalu banyak yang ingin ku tulis, pikirku, sampai-sampai bingung mau nulis yang mana duluan. Dan sekarang ku persembahkan catatan ringan ini untuk menemani minggu malam kalian di ranah masing-masing. catatannya gak banyak. sedikit aja! lumayan buat cemilan! hhhee

kutitip puisi rindu pada nyanyi angin sendu
agar hati tak kian pilu berharap kaupun rindu.

Rinduku membuncah! Merobek langit!

Ah, aku sudah kepalang rindu ketika ku tulis catatan ini, tapi sungguh, tak ada maksud lain, aku hanya ingin melepaskan sedikit rasa rinduku pada kalian. Semoga kalian tak melupakan aku yaaaa.. tidak melupakan penulis gadungan yang kyut dan paling ganteng ini.. eeeeaaaaaa

Oh ya, barusan aku nulis puisi , tapi mohon maaf, puisi ini terlalu sederhana.

Disini..

Sepiku mengingatkanku kembali

Tentang indahnya kebersamaan
Tentang sedihnya perpisahan

Sahabat..

Tak terasa kini kita tlah jauh

Rasanya baru kemarin kita berbagi canda & tawa
Tapi kini?

Kini hanya berupa segenggam debu penuh makna

Maafkan aku yang kiranya tak sengaja tlah menyayat hatimu

Dan tersenyumlah seindah senyum yang pernah kau tebarkan
Seindah kebersamaan kita.

eh eh, jadi inget saat-saat baru menginjakan kaki di solo. Aku sangat terkejut ketika tahu ada Soto Ayam harganya 4000 rupiah 1 porsi. Gilaaaaaaaaaaaaa… malah ada yang harganya di bawah itu. Ondeh mandeeeeeeeeeeeh (Gaya anak Fort De Kock) hhhhiiii

Solo oh Solo.. begitu banyak kenangan! Begitu banyak cerita! Sampai bingung mana yang mau di tulis duluan! Huuh!

Apa kabar Stikes Cirebon? Fisio UPN? Stikes Fort de Kock? Poltekes Surakarta? UMS? Bagaimana kabar kalian?

Tak sanggup tuk membisu
Hasrat mengharu biru
Dalam lirih ingin bertemu
Dimanakah sahabatku
Bagai menghitung bintang
Bagai menghitung rinai hujan
Aku tidak mampu
Bibirku kelu
Lentera malam, tidak selalu terang
Andai bisa menantang sang surya
Aku pasti berdiri di batas senja ini sekarang!
Kawan, Semoga nanti, kita dapat Menceritakan pengalaman dalam pencapaian asa kita masing-masing, Dengan penuh tawa dan saling berbagi kisah hidup.


Sampai Bertemu Lagi!
Rindukan aku selalu!
Huweeeek… HHhhhiii

HIDUP FISIOTERAPI!
HIDUP ESA UNGGUL!
Eeeeaaaa…


Salam Hangat Selalu dari pojok Jakarta!
11 desember 2011.

SOLO POS 'Edisi Merahasiakan Cinta'

Sungguh, Ia berusaha sepenuh hati menenangkan dirinya. Ia berusaha meredam perasaan cinta yang makin membara dalam dirinya. Akan tetapi, sayang, akhirnya ia tak kuasa. Perasaan cintanya malah kian membara. Cintanya terus mendera dalam jiwa.

Mulutnya boleh jadi bungkam seribu bahasa, tetapi tabiatnya begitu fasih berbicara. Semua orang akhirnya tahu, ia sedang di terjang badai cinta. Malah yang tak kenal cinta sekalipun tentu mengerti bahwa ada cinta dalam dadanya. Semua tersirat dalam tatapan matanya.

Suatu hari, ia duduk bersama orang yang memahami isi hatinya. ketika orang yang mengetahui isi hatinya itu berkata bahwa ia tahu sepenuhnya apa yang sedang bergelora dalam dadanya, ia mengelak dan bilang tidak.

Sejurus kemudian, lewat di hadapan mereka sang pujaan yang selama ini mendera dalam dadanya. Seketika ia salah tingkah. wajahnya langsung merona merah. Ia berusaha menenangkan dirinya dengan memotong omongan teman duduknya. namun, ia tetap tak bisa. Ucapannya terbata-bata. ia seolah mengeja kata-kata. dan kala sang pujaan lewat ia di buat panik olehnya.

Air mata cinta mengalir sudah tanpa henti
Dan tirai tersingkap indah sekali
Hatimu layaknya kucing garang saja
Gesit menerkam kala melihat mangsa
Sampai kapan kan kau sembunyikan?
Ungkapkan saja gelagak cintamu


Wassalam..
Dari pojok jakarta
:: Kang Ony ::

Selasa, 29 November 2011

SOLO POS "bagian I"

Bismillahirrahmanirrahim
Semoga menjadi awal yang mengawali kebaikan.

Kahlil Gibran pernah berkata “ Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab, apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan tampak lebih nyata dari kejauhan. Seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang & dataran”

Mata ini! Masih saja basah, sepertinya puisi tak hendak sampai ketidur tak berigau ke jaga yang bara. Aku masih ingat betul, bulan lalu, tanggal 30 Oktober 2011 untuk pertama kalinya ku injakkan kakiku di kota surakarta. Aku setengah hati datang ke kota ini. Entah apa alasannya..

Satu hari berlalu, dua, tiga, jiwaku belum seutuhnya berada di kota surakarta ini. Tapi sungguh, aku selalu berusaha untuk seutuhnya berada di sini.

Sebenarnya aku ingin menulis banyak tentang diriku, tentang teman-teman seperjuanganku yang sudah 3 tahun lebih bersama, tentang Fort De Kock, tentang UMS, UPN, Poltekes, Stikes Cirebon dan tentang seseorang yang akan aku lupakan. tapi itu semua akan ku ceritakan nanti, tidak sekarang!

26 November 2011, Di senja merah jambu, Dekan sekaligus Bapak ku & teman-temanku, meminta diriku untuk membacakan do’a sebelum kami kembali ke jakarta. Aku sempat menolaknya, tapi, aaah..

Baru saja do’a itu ku mulai, air mata sudah lebih dulu membasahi dinding pipiku. Kesedihan itu, kesedihan yang luar biasa menguasai diri. Bukannya aku lebay, bukan! Bagaimana mungkin aku tidak menangis? setelah 3 tahun lebih bersama teman-teman seperjuangan, mungkin dalam satu bulan ini aku baru bisa mengerti karakter teman-temanku satu per satu. kami menjadi bagian yang tak terpisahkan walaupun konflik tak bisa di hindari. (Semangat terus untuk Fisioterapi Esa Unggul angkatan 2008)

Mataku terus basah, ketika mengingat sahabat-sahabat baruku, Harry, Darma dan semua teman-teman dari Fort de Kock, teman-teman dari Cirebon, UMS, Poltekes, dan UPN, Air mataku untuk kebersamaan kita selama satu bulan ini.

Bagaimana mungkin matahari berkabung dalam selimut gelap, sedang tak satupun angin bersenandung, ratap perih menggema dalam kotak sunyi berduri, ingin pergi! Ingin lalui! Namun tak satupun kuda hendak bergeming, hanya diam! Tak bicara!

Mungkin satu bulan belum cukup untuk kita saling mengenal, untuk kita bersahabat, tapi percayalah, keikhlasan kita memurnikan kebersamaan kita walau hanya sebulan.

Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mau kedamaian.


Takkann pernah ku lupa kebersamaan kita. Terimakasih untuk semuanya (Sahabatku Esa Unggul, Fort de Kock, UMS, Poltekes, Stikes Cirebon, & UPN).

Perpisahan adalah kepastian
Waktu berjalan, tak bisa di mundurkan
Berjalan pelan, tak bisa dimajukan


Jangan kau sedihkan perpisahan ini, kawan! Sesungguhnya perpisahan banyak mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, ketabahan. Tuhan bersama kita! Bersabarlah! Ikhlaslah! Dan tersenyumlah! Subhanallah.. aku tak akan pernah lupa, tak akan! Kebersamaan selama satu bulan ini sangat indah, bahkan terlalu indah!

Terimakasih semuanya.. terimakasih Allah..

Catatan ini ku buat untuk kalian semua. Semoga kita semua dapat bertemu di lain waktu. HIDUP FISIOTERAPI!

Mmmuuuaaacchhh…
Hhhhhiiiii…

Sahabat, waktu telah mengantarkan kita pada satu titik pemahaman
bahwa di dunia ini tak ada yg abadi
Kini saatnya kita harus berjalan sendiri
Melangkah mengikuti takdir yang telah tergariskan
Dalam ruang dan waktu yang berbeda
Ketika kebersamaan menjadi langka
Ketika canda tawa begitu berharga

Sahabat, semoga waktu tak membuat kita lupa
Bahwa kita pernah ada
Pernah punya cerita